Di suatu malam yang tenang, dengan langit yang hitam pekat, bintang yang berjuta kecantikannya, angin yang kuat terasa lembut memukul wajah. Ketenangan malam itu membuatkan Zulaikha lena dikamarnya.
Ditengah-tengah keindahan malamnya, mimpi indah hadir dalam lenanya. Susuk pemuda tampan yang mengumpulkan ketampanan separuh manusia dunia hadir dalam mimpinya di tengah taman yang indah dan mewangi.
Keindahan taman itu seperti hilang diatasi ketampanan wajah si pemuda tampan itu.
Hati Zulaikha bergoncang hebat.
Hatinya jatuh cinta pada pemuda itu.
Ya, jatuh cinta.
Zulaikha tewas dengan ketampanan pemuda tampan itu.